Warning: session_start(): Cannot send session cookie - headers already sent by (output started at /home/frengki/public_html/config/connect.php:21) in /home/frengki/public_html/postdetail.php on line 5

Warning: session_start(): Cannot send session cache limiter - headers already sent (output started at /home/frengki/public_html/config/connect.php:21) in /home/frengki/public_html/postdetail.php on line 5
Frengki Kwan - QQ
 

Warning: fopen(counter/visit.db): failed to open stream: Permission denied in /home/frengki/public_html/counter/counter.php on line 41

Warning: fwrite() expects parameter 1 to be resource, boolean given in /home/frengki/public_html/counter/counter.php on line 43

Warning: fclose() expects parameter 1 to be resource, boolean given in /home/frengki/public_html/counter/counter.php on line 45
Frengki Kwan - QQ
 
Dengan Kunci ini masa depan gemilang Anda akan terbuka! -- www.frengkikwan.com --
     January 21, 2018, 23:09 PM
Untitled Document Today (232)  Yesterday (232)  Total Visitor (500000)  
Home QQ
Profile
QQ
Job
QQ
Property
QQ
Gallery
QQ
Inspiration
QQ
Dreams
QQ
Contact
Frengki Kwan - QQ
 
 
Saya, Frengki Kwan, bukanlah pribadi paling hebat di dunia bisnis, bukan juga
orang super sukses. Namun melalui website ini, sebuah website yang berisikan perjalanan menapaki tangga kesuksesan tentu mampu memberikan setitik cahaya harapan bagi masa depan para pembaca website ini.
Selamat membaca dan silakan persiapkan tangga kesuksesan Anda!

Category  >>  Kesehatan
 
Dismenorea – ‘Pengganggu’ Wanita
 
Dismenorea adalah nyeri saat haid sampai mengganggu pekerjaan atau kegiatan sehari-hari. Nyerinya biasanya berupa nyeri tumpul atau kram yang menjalar ke pinggang dan paha. Kebanyakan wanita akan mengalami nyeri saat menstruasi, namun yang dimaksud dismenorea hanya nyeri yang sampai mengganggu, atau nyeri yang disertai dengan diare, mual, muntah, sakit kepala atau pusing.
 
PROSES MENSTRUASI MERUPAKAN PROSES PELEPASAN LAPISAN DALAM RAHIM YANG KITA SEBUT ENDOMETRIUM. Lapisan endometrium ini unik pada wanita karena setiap bulan diganti. Lapisan ini tumbuh, lepas, tumbuh lagi, lepas lagi, sesuai siklus menstruasi. Saat lapisan endometrium ini dilepas, dinding rahim akan kontraksi untuk membantu pelepasannya dan mengeluarkannya lewat mulut rahim. Kontraksi dinding rahim ini disebabkan suatu zat kimia bernama prostaglandin yang dihasilkan oleh lapisan dalam rahim. Bila kadar prostaglandin ini tinggi, maka nyeri yang ditimbulkan pun lebih berat. Sampai batas tertentu, prostaglandin ini juga dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah rahim yang akan menambah rasa sakitnya.

APAKAH BERBAHAYA?
Ada dua jenis dismenorea. Jenis pertama kita sebut dismenorea primer, yang biasanya timbul pada wanita muda sejak pertama mulai haid. Nyeri haid semacam ini timbul pada hari-hari pertama menstruasi, dan makin berkurang pada hari-hari berikutnya. Biasanya, nyeri pada dismenorea primer akan makin berkurang sejalan dengan bertambahnya usia, dan membaik setelah melahirkan. Jenis yang kedua kita sebut sebagai dismenorea sekunder, yang penyebabnya bukan prostaglandin yang dihasilkan melalui proses alamiah. Nyeri pada dismenorea sekunder ini bisa timbul sebelum menstruasi mulai, dan akan makin nyeri pada hari-hari berikutnya – kadang-kadang tidak hilang setelah selesai menstruasi. Penyebabnya yang paling sering adalah Endometriosis, di mana endometrium tumbuh di luar rongga rahim. Endometrium yang salah tempat ini juga akan mengalami tumbuh lepas. Pendarahan yang ditimbulkan akan menyebabkan nyeri, yang timbul sebelum, selama, dan setelah menstruasi. Penyebab lainnya adalah mioma yang merupakan tumor jinak otot rahim yang bisa menyebabkan nyeri haid dan pendarahan hebat. Atau, Adenomyosis di mana lapisan dalam rahim tumbuh ke dalam rahim. Penyebab lain adalah radang panggul.

Dari riwayat penyakit, pemeriksaan panggul, pemeriksaan USG dan beberapa pemeriksaan laboratorium, biasanya dapat ditentukan jenis dismenorea. Kadang kala, diperlukan melakukan pengintipan ke dalam rongga perut dengan alat laparoskopi. Terkadang, pada dismenorea sekunder dapat ditemukan penyebabnya yang spesifik dan dapat diobati. Namun sering kali penyebabnya tak bisa ditemukan.

PENGOBATAN
Prinsip pengobatan dismenorea, kalau dapat ditentukan penyebab spesifiknya maka pengobatan difokuskan untuk menghilangkan atau paling tidak mengurangi penyebabnya. Bila tidak, maka pengobatan terutama untuk mengurangi rasa nyerinya. Kebanyakan nyeri haid dapat diatasi dengan obat penghilang rasa sakit yang dijual bebas. Namun bila nyeri sangat mengganggu dan berlangsung lebih dari 2-3 hari, maka sebaiknya menemui dokter.

Beberapa cara yang dapat mengurangi rasa nyeri:
- Olahraga yang dilakukan tiap hari dapat mengurangi rasa nyeri. Kegiatan aerobik seperti jalan, lari, berenang dan bersepeda dapat menghasilkan zat-zat kimia yang dapat memblokir rasa nyeri.
- Kompres panas, mandi hangat, botol berisi air panas yang diletakkan di perut dapat mengurangi rasa nyeri.
- Tidur yang cukup.
- Pada wanita tertentu orgasme dapat mengurangi mules pada menstruasi.
- Relaksasi dengan meditasi atau yoga.

Bila nyeri sangat mengganggu dan berlangsung lebih dari 2-3 hari, sebaiknya temui dokter.

Untuk mengurangi rasa nyeri, yang paling sering digunakan adalah obat golongan NSAID (non-steroid anti-inflammatory drugs), yang selain dapat memblokir produksi prostaglandin juga dapat mengurangi gejala mual dan diare. Obat NSAID ini paling efektif bila diminum pada awal menstruasi atau awal nyeri selama hanya 1-2 hari. Obat golongan ini tidak boleh diminum pada ibu-ibu yang menderita kelainan pembekuan darah, penyakit lever dan sakit maag.

Obat kedua yang bisa dipakai untuk mengurangi nyeri haid adalah kontrasepsi hormonal, seperti pil, patch, dan IUD hormonal. Hormon pada alat-alat kontrasepsi ini akan membatasi pertumbuhan lapisan dalam rahim, sehingga produksi prostaglandin tidak terlalu banyak. Hormon ini juga dapat membatasi pertumbuhan endometriosis dan miom, sehingga juga bermanfaat mengurangi nyeri haid pada dismenorea sekunder.

Pada dismenorea sekunder yang disebabkan miom, terapi pilihannya adalah pengangkatan miom (bahkan rahimnya sekalian) melalui operasi. Sementara, pada endometriosis dapat dilakukan operasi laparoskopi untuk mengangkat pertumbuhan endometrium di luar rahim. Pada kasus-kasus dismenorea yang sangat berat, kadang harus dilakukan pengangkatan rahim sebagai langkah terakhir.
 
   
inserted at 2011-12-21 13:24:00  |  Dr. Handi Suryana, Sp.OG Dokter Spesialis Obstetri & Ginekologi - RS Puri lndah  
 
ARTICLE ARCHIVE  
   
Keluarga
Kesehatan
 
Anda SAKIT ...
Anda SAKIT KEPALA? Atasi dengan Jahe!
Menjaga Kebugaran ...
Menjaga Kebugaran Saat Bekerja
Kenali Stroke ...
Kenali Stroke dan Faktor Risikonya
Serangan Fajar ...
Serangan Fajar Stroke
Gaya Hidup ...
Gaya Hidup Sehat, Cara Jitu Cegah Stroke
Nyeri Otot, ...
Nyeri Otot, Pahami Secara Menyeluruh
Nyeri Punggung, ...
Nyeri Punggung, Si Pengganggu Aktivitas
Tanda-Tanda Sakit ...
Tanda-Tanda Sakit Jantung yang Sering Diremehkan
Bahaya Sakit ...
Bahaya Sakit Kepala, Kapan Harus Waspada?
Apa ltu ...
Apa ltu Psoriaris?
Depresi...
Dismenorea – ‘Pengganggu’ Wanita
Kejang atau ...
Kejang atau Epilepsikah Seorang Anak?
Deteksi Dini ...
Deteksi Dini Kelainan Penyakit Tulang Belakang
Penyebab Penyakit, ...
Penyebab Penyakit, Jangan Langsung Nyalakan AC Saat Masuk Mobil
Penyakit Jantung? ...
Penyakit Jantung? Kenali Gejalanya!
Entrepreneurship
Investasi
Perencanaan Keuangan
Asuransi
Pendidikan Anak
Pensiun
Perencanaan Pajak
Warisan
Lain-lain